TNews, KOTA GORONTALO – Ada yang menarik pada perayaan Lebaran Ketupat di Kota Gorontalo kali ini. Sebanyak 1.446 ketupat akan dibawa dalam arak-arakan oleh masyarakat Kecamatan Kota Utara, dengan rute yang dimulai dari Jalan Rusli Datau hingga ke Membramo.
Dengan mengangkat tema “Ragam Rasa Satu Budaya”, komunitas ‘Orang Tanggidaa’ mengadakan Gebyar Ketupat untuk menjaga tradisi ketupat sebagai simbol kebersamaan dan silaturahmi.
“Tradisi ketupat merupakan simbol keberkahan setelah umat muslim melewati perayaan lebaran idulfitri, dan agenda ini menjadi daya tarik sendiri untuk wisata religi di kota Gorontalo”, ungkap Alan, salah satu panitia gebyar ketupat kepada awak media Totabuan News, Kamis (3/4/2025).
Dalam rangkaian kegiatan Gebyar Ketupat kali ini, Alan menyampaikan bahwa panitia telah mempersiapkan beragam acara, seperti Festival Kuliner, pertunjukan tari tradisional, de’be, parade busana muslim, serta doa bersama.
“Sebanyak 1.446 ketupat akan diarak mulai dari Jalan Rusli Datau hingga ke Membramo sebagai lambang kebersamaan,” ujar Alan.
Lebih lanjut, Panitia juga menyemarakkan acara dengan berbagai permainan tradisional, seperti panjat pinang, lomba lari karung, dan tarik tambang antar anggota remaja masjid.
“Festival Ketupat ini tidak hanya berfokus pada sajian kuliner, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga dan melestarikan budaya tradisional,” tutur Alan menutup pernyataannya.
Panitia mengundang seluruh masyarakat Gorontalo untuk hadir dan memeriahkan perayaan Gebyar Ketupat yang akan berlangsung di Jalan Rusli Datau, Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
Perlu diketahui, bahwa Kegiatan ini juga telah menjadi simbol budaya Kota Gorontalo, di mana tradisi Ketupat Tanggida’a digelar guna memperkuat nilai-nilai budaya, religiusitas, serta mendukung pengembangan pariwisata daerah.*
Peliput: Gean Bagit